Karya Tulis
Mengoptimalkan Lahan Pariwisata
Sebagai Upaya Peningkatan Kebutuhan Semen Di Indonesia dan Asia
KARYA TULIS
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
GETI OKTARIA PULUNGAN
(Kategori: Mahasiswa)
Untuk mengikuti Lomba Karya Tulis
dan Foto Jurnasistik Semen Indonesia Adicipta Mediatama 2013
ABSTRAKSI
Karya
tulis yang berjudul “Mengoptimalkan
Lahan Pariwisata Sebagai Upaya Peningkatan Kebutuhan Semen Di Indonesia dan
Asia” merupakan karya tulis yang membahas peluang PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk di masa yang akan datang. Penjualan semen Indonesia saat ini
sangat bagus dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan hasil
penjualan dapat membuktikan keberhasilan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam
berkembang. Keberhasilan ini tentunya tetap ingin diraih di masa yang akan
datang, mengingat persaingan yang cukup ketat. Untuk itu penulis mengupas
peluang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam mengoptimalkan lahan pariwisata
di daerah yang belum tinggi kebutuhan semen. Bekerja sama dengan para investor
untuk mengembangkan pariwisata di daerah tersebut dapat meningkatkan kebutuhan
mereka untuk menggunakan semen.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan kepada
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga dapat menyelesaikan
karya tulis dengan judul “Mengoptimalkan
Lahan Pariwisata Sebagai Upaya Peningkatan Kebutuhan Semen Di Indonesia dan
Asia”.
Di samping itu, penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan semua pihak yang telah membantu
dalam penyelesaian karya tulis ini.
Karya tulis ini membahas tentang keberhasilan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
di masa sekarang dan yang akan datang. Penulis membahas cara mengatasi
kurangnya permintaan semen pada daerah tertentu dengan mengoptimalkan lahan
pariwisatanya. Hal ini sangat bermanfaat untuk perkembangan PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk di masa yang akan datang.
Karya tulis ini mungkin masih
terdapat kesalahan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna perbaikan di masa mendatang. Penulis berharap karya tulis ini
bermanfaat dan dapat menambah wawasan.
Medan,
15 Januari 2012
Penulis
DAFTAR ISI
ABSTRAKSI ……………………………………………
i
KATA PENGANTAR
…………………………………... ii
DAFTAR ISI .....................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN …………............……….….…
1
1.1
Latar Belakang Masalah
……………..................... 1
1.2 Rumusan Masalah …………..........…................…
2
1.3
Tujuan …………………………………...............
2
1.4 Manfaat ………………………………….......…..
2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………...….......
3
2.1
Pengertian Semen …………………………...…... 3
2.2
Sejarah Semen …………………………..….…... 3
2.3
Kandungan Kimia Semen …………………..….... 4
2.4
Proses Produksi Semen …………………….….... 5
2.5
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ………........... 5
2.6
Pariwisata …………………………....…….…... 8
BAB III METODOLOGI ……………………………........
9
3.1
Metode Pustaka ……………………...……......... 9
3.2
Metode Langsung ……………………………...... 9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ……………......... 10
4.1
Posisi dan Geliat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Dalam PerspektifIndonesia dan Asia ……............. 10
Dalam PerspektifIndonesia dan Asia ……............. 10
4.2
Perkembangan PT Semen Indonesia (Persero)
Tbk di Indonesia dan Asia ....................................... 10
Tbk di Indonesia dan Asia ....................................... 10
4.3
Perspektif Industri Semen Indonesia Terhadap
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Kini dan Esok.. 11
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Kini dan Esok.. 11
4.4 Upaya
Meningkatkan Penjualan PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk di Asia.............................. 12
Indonesia (Persero) Tbk di Asia.............................. 12
BAB V PENUTUP ……………………………………........ 13
5.1 Kesimpulan ……………………………………......
13
5.2 Saran ……………………………………...……....
13
DAFTAR PUSTAKA ………………………………..……..
14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Semen merupakan bahan bangunan yang
dibutuhkan dalam jumlah besar ketika mendirikan suatu bangunan. Berbagai
pembangunan yang terus dilakukan dapat membuat kebutuhan semen semakin meningkat.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
merupakan pabrik semen yang dapat memenuhi kebutuhan semen di Indonesia. Faktor
kemampuan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dapat memenuhi kebutuhan tersebut
adalah memiliki pabrik di berbagai daerah. Hal ini dapat mendongkrak karir PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk di bisnis semen, baik secara domestik, maupun
internasional.
Peningkatan karir PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk dapat terlihat dari kualitasnya yang semakin diminati oleh
masyarakat, dipercaya oleh beberapa instansi yang akan mendirikan suatu
bangunan, dan semakin bertambahnya pabrik di dalam maupun di luar negeri.
Untuk mengembangkan sayap di dalam
negeri, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah menguasai hampir dari setiap
pulau di Indonesia. Namun ada juga beberapa wilayah yang sedikit permintaan
akan pembangunannya, sehingga pemasokan semen pun tidak dalam jumlah yang
besar. Misalnya di daerah Papua yang masih kecil jumlahnya dalam mendirikan
bangunan. Sementara itu untuk penjualan ke luar negeri, khususnya wilayah Asia,
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk telah mampu bersaing. Hal ini terlihat dari
pengeksporan ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea,
Vietnam, Taiwan, Hongkong, Kamboja, Bangladesh, dan Yaman.
Penjualan semen di seluruh Indonesia
dan Asia telah mencapai angka yang sangat bagus. Namun, akan lebih bagus lagi
jika distribusi di seluruh wilayah Asia tersebar merata dan semakin meningkat.
Untuk itulah penulis mengangkat judul “Mengoptimalkan
Lahan Pariwisata Sebagai Upaya Peningkatan Kebutuhan Semen Di Indonesia dan
Asia” dengan tema industri semen indonesia: kini dan esok. Dengan
mengoptimalkan lahan pariwisata, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk diharapkan
dapat lebih meningkat lagi dibandingkan saat ini.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1Bagaimana posisi dan geliat PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk dalam perspektif Indonesia dan Asia?
1.2.2Bagaimana perkembangan PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk di Indonesia dan Asia?
1.2.3Bagaimana perspektif industri semen
Indonesia terhadap PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kini dan esok?
1.2.4Bagaimana upaya meningkatkan penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Asia?
1.2.4Bagaimana upaya meningkatkan penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Asia?
1.3
Tujuan
1.3.1Untuk mengetahui posisi dan geliat
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam perspektif Indonesia dan Asia.
1.3.2 Untuk mengetahui perkembangan PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk di Indonesia dan Asia.
1.3.3 Untuk mengetahui perspektif industri
semen Indonesia terhadap PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kini dan esok.
1.3.4 Untuk mengetahui upaya meningkaatkan
kebutuhan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Asia.
1.4
Manfaat
1.4.1Menambah wawasan bersama mengenai
industri semen di Indonesia.
1.4.2Memberikan solusi untuk peningkatan
kebutuhan semen di masa yang akan datang.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Pengertian Semen
Semen merupakan bahan ikat yang
penting dan banyak digunakan dalam pembangunan fisik sektor konstruksi sipil.
Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum
(bahasa Latin), yang artinya memotong menjadi bagian-bagian kecil tak
beraturan.
2.2 Sejarah Semen
Pada perkembangan
peradaban manusia khususnya dalam hal bangunan,
sering didengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan
batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau
lainnya. Alhasil, berdirilah bangunan fenomenal, seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan di Indonesia
ataupun jembatan di Cina
yang menurut legenda menggunakan ketan sebagai perekat. Ataupun menggunakan aspal alam sebagaimana
peradaban di Mahenjo Daro dan Harappa
di India
ataupun bangunan kuno yang dijumpai di Pulau Buton.
Benar atau
tidak, cerita, legenda tadi menunjukkan dikenalnya fungsi semen sejak zaman dahulu. Sebelum
mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya
merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali
ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk
itu lantas dinamai pozzuolana.
Baru pada abad
ke 18 (ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M), John Smeaton - insinyur
asal Inggris
- menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini. Dia membuat adonan
dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di
lepas pantai Cornwall,
Inggris.
Ironisnya,
bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini.
Adalah Joseph Aspedin, juga
insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurus hak paten ramuan yang
kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir
olahannya mirip tanah liat Pulau Portland, Inggris.
Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang banyak dipajang di toko-toko
bangunan.
Sebenarnya,
adonan Aspdin tak beda jauh dengan Smeaton. Dia tetap mengandalkan dua bahan
utama, batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dan tanah lempung yang banyak
mengandung silika (sejenis mineral
berbentuk pasir), aluminium oksida (alumina) serta oksida besi. Bahan-bahan
itu kemudian dihaluskan dan dipanaskan pada suhu tinggi sampai terbentuk
campuran baru.
Selama proses
pemanasan, terbentuklah campuran padat yang mengandung zat besi. Nah, agar tak
mengeras seperti batu, ramuan diberi bubuk gips dan dihaluskan hingga berbentuk
partikel-partikel kecil mirip bedak.
Lazimnya, untuk
mencapai kekuatan tertentu, semen portland berkolaborasi dengan bahan lain.
Jika bertemu air (minus bahan-bahan lain), misalnya, memunculkan reaksi kimia
yang sanggup mengubah ramuan jadi sekeras batu. Jika ditambah pasir,
terciptalah perekat tembok nan kokoh. Namun untuk membuat pondasi bangunan,
campuran tadi biasanya masih ditambah dengan bongkahan batu atau kerikil, biasa
disebut concrete atau beton.
2.3
Kandungan Kimia Semen
2.3.1
Trikalsium
silikat
Senyawa
ini dapat mengeras dalam beberapa jam dan disertai dengan pelepasan sejumlah
energi panas. Kuantitas senyawa yang terbentuk selama proses pengikatan
berlangsung mempengaruhi kekuatan beton dan umur awal pada 14 hari pertama.
2.3.2
Dikalsium
silikat (C2S)
Reaksi
berlangsung sangat lambat dan disertai dengan pelepasan sejumlah energi panas
secara lambat. Senyawa berpengaruh terhadap perkembangan kekuatan beton dari
umur 14 sampai seterusnya. Semen Portland yang mempunyai kandungan C2S
yang cukup banyak ketahanan terhadap agresi kimia dan penyusutan kering relatif
rendah dan memberikan kontribusi terhadap awet beton.
2.3.3
Trikalsium
aluminat (C3A);
Senyawa
C3A mengalami proses hidrasi dengan cepat dan disertai dengan
pelepasan sejumlah energi panas. Senyawa ini mempengaruhi proses pengikatan
awal tetapi kontribusinya terhadap kekuatan beton kecil. Dan kurang tahan
terhadap agresi kimia dan paling berpeluang mengalami disintegrasi (perpecahan)
oleh sulfat yang dikandung air tanah dan kecenderungan yang tinggi mengalami
keretakan akibat perubahan volume.
2.3.4
Tetrakalsium
aluminofe (C4AF);
Sekalipun
proporsinya C4AF cukup besar dari semen, kontribusi terhadap
sifat-sifat beton tidak ada. Senyawa C4AF dapat merubah reaksi kimia
C2F menjadi C4AF.
2.3.5
Gipsum
Gipsum
adalah zat kapur sulfat (CaSO4). Gipsum digunakan untuk pembuatan
bangunan plester, papan, dinding ubin, sebagai penyerap untuk bahan kimia.
Gipsum mentah juga digunakan untuk campuran Portland semen. Warna sebenarnya
adalah putih, tetapi mungkin saja diwarnai kelabu, coklat atau merah.
2.4 Proses
Produksi Semen
2.4.1 Penggalian/Quarrying
Terdapat dua
jenis material yang penting bagi produksi semen: yang pertama adalah yang kaya
akan kapur atau material yang mengandung kapur (calcareous materials) seperti batu gamping, kapur. Yang kedua
adalah yang kaya akan silika atau material mengandung tanah liat (argillaceous materials) seperti tanah
liat. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan
kemudian diangkut ke alat penghancur.
2.4.2
Penghancuran
Penghancur bertanggung jawab terhadap
pengecilan ukuran primer bagi material yang digali.
2.4.3
Pencampuran
Awal
Material yang dihancurkan melewati alat
analisis online untuk menentukan
komposisi tumpukan bahan.
2.4.4
Penghalusan dan
Pencampuran Bahan Baku
Sebuah belt conveyor mengangkut tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal
ke penampung, dimana perbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker
yang diproduksi. Material kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan.
2.4.5
Pembakaran dan
Pendinginan Klinker
Campuran bahan
baku yang sudah tercampur rata diumpankan ke preheater, yang merupakan alat
penukar panas yang terdiri dari serangkaian siklon ketika terjadi perpindahan
panas antara umpan campuran bahan baku dengan gas panas dari kiln yang
berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi pada pre‐heater ini dan berlanjut dalam kiln, ketika bahan baku
berubah menjadi agak cair dengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu
1350-1400 °C, bahan berubah menjadi bongkahan padat berukuran kecil yang
dikenal dengan sebutan klinker,
kemudian dialirkan ke pendingin klinker,
tempat udara pendingin akan menurunkan suhu klinker
hingga mencapai 100 °C.
2.4.6 Penghalusan
Akhir
Dari silo klinker, klinker
dipindahkan ke penampung klinker dengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang
akan mengatur perbandingan aliran bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap
ini, ditambahkan gipsum ke klinker
dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuk semen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen
jenis P dihancurkan dalam sistem tertutup dalam penggiling akhir untuk
mendapatkan kehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa
menuju silo semen.
2.5 PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk
2.5.1
Produk
2.5.1.1
Semen Portland
Tipe I. Dikenal pula sebagai Ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen hidrolis yang
dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan
yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain : bangunan,
perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.
2.5.1.2 Semen Portland
Tipe II. Di kenal sebagai semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan
panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa,
dermaga, saluran irigasi, beton massa dan bendungan.
2.5.1.3
Semen Portland
Tipe III. Semua jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah
proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya
digunakan untuk pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandara
udara.
2.5.1.4
Semen Portland
Tipe V. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada
tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan
limbang pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan
pembangkit tenaga nuklir.
2.5.1.5
Special Blended Cement (SBC). Semen
khusus yang diciptakan untuk pembangunan mega proyek jembatan Surabaya-Madura
(Suramadu) dan cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas
dalam bentuk curah.
2.5.1.6
Portland Pozzolan Cement (PPC). Semen
Hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gipsum dan bahan pozzolan.
Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan
panas hidrasi sedang. Misalnya, jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton
massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh.
2.5.2
Lokasi pabrik
Lokasi pabrik sangat strategis di
Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Vietnam menjadikan Semen Indonesia mampu memasok
kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor, sub
distributor dan toko-toko. Selain penjualan di dalam negeri, Semen Indonesia
juga mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea,
Vietnam, Taiwan, Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia,
Canary Island, Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar.
2.5.2.1
Semen Padang.
Semen Padang memiliki 4 pabrik semen, kapasitas terpasang 6 juta ton semen
pertahun berlokasi di Indarung, Sumatera Barat. Semen padang memiliki 5
pengantongan semen, yaitu : Teluk Bayur, Belawan, Batam, Tanjung Priok dan
Ciwandan.
2.5.2.2
Semen Gresik.
Semen Gresik memiliki 4 pabrik dengan kapasitas terpasang 8,5 juta ton semen
per tahun yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Semen Gresik memiliki 2
pelabuhan, yaitu : Pelabuhan khusus Semen Gresik di Tuban dan Gresik.
Semen Gresik pabrik Tuban berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek.
2.5.2.3
Semen Tonasa.
Semen Tonasa memiliki 4 pabrik semen, kapasitas terpasang 6,5 juta ton semen
per tahun, berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Semen Tonasa memiliki 9
pengantongan semen, yaitu : Biringkasi, Makassar, Samarinda, Banjarmasin,
Pontianak, Bitung, Palu, Ambon, Bali.
2.5.2.4
Thang Long
Cement Company. Thang Long Cement Company memiliki kapasitas terpasang 2,3 juta
ton semen per tahun, berlokasi di Quang Ninh, Vietnam, Thang Long Cement
Company memiliki 3 (tiga) pengantongan semen.
2.6 Pariwisata
Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990, pariwisata adalah
kegiatan perjalanan/sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara
sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik
wisata.
BAB III
METODOLOGI
3.1 Metode Pustaka
Metode pustaka yaitu pengumpulan data dengan cara membaca
buku ataupun artikel yang ada kaitannya terhadap obyek penelitian.
3.2 Metode Langsung
Metode langsung yaitu metode mencari data melalui pengamatan
secara langsung oleh penulis.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Posisi dan Geliat PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk Dalam Perspektif Indonesia dan Asia
4.1.1 Posisi dan Geliat PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk dalam Perspektif Indonesia
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
memiliki posisi dan geliat yang sangat bagus di Indonesia. Hal ini terbukti
dari meningkatnya konsumsi semen di Indonesia pada tahun 2013. Konsumsi semen
tersebut berasal secara berurutan berasal dari Pulau Jawa (9,90 juta ton atau
54,66%), Pulau Sumatera (3,90 juta ton), Kalimantan (1,47 juta ton), Nusa
Tenggara (1,11 juta ton), dan Papua (449,66 ribu ton). Pemasok yang mendominasi
adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yaitu memasok semen sebanyak 7,91 juta
ton, atau 43,69% dari total konsumsi nasional.
4.1.2 Posisi dan Geliat PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk dalam Perspektif Asia
Dalam Daftar "The
World's Biggest Companies" berdasarkan laporan majalah ekonomi
terkemuka berbasis di Amerika Serikat, Forbes, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
kembali masuk dalam daftar 2.000 perusahaan publik berkinerja terbaik di
seluruh dunia. Hal ini menunjukkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
diperhitungkan di dunia, termasuk di Asia. Tentu saja dengan pendistribusian ke
negara-negara Asia merupakan bukti diakuinya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
4.2 Perkembangan PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk di Indonesia dan Asia
4.2.1 Perkembangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di
Indonesia
PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk memiliki perkembangan yang semakin meningkat dari waktu
ke waktu. Penambahan jumlah pabrik di daerah yang strategis membuat PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk semakin berkembang. Kemudahan untuk mendapatkan pasokan
semen dapat membuat pelanggan tidak menyesal. Mereka merasa telah menjatuhkan
pilihan yang tepat dan tidak berniat memilih yang lain. Selain itu,
pabrik-pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga ramah lingkungan sehingga
sebagian besar masyarakat dapat menerima.
Berkembangnya PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk di dalam negeri dapat dibuktikan dengan jumlah pertumbuhan
pasokan di dalam negeri sebanyak 19,0 % pada tahun 2013.
4.2.2
Perkembangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Asia
Tidak hanya di Indonesia, tetapi PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk telah merambah ke dunia internasional. Terbukti juga mengekspor
ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan,
Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island,
Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar. Ekspor Semen Indonesia juga tumbuh
44,0% dari 24,80 ribu ton menjadi 35,70 ribu ton.
Selain itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga mempunyai
pabrik di Vietnam yaitu Thang Long Cement Company yang dapat menghasilkan 2,3 juta
ton semen per tahun. Ini merupakan peluang yang sangat baik dalam perkembangan
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Asia.
4.3
Perspektif Industri Semen Indonesia Terhadap PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Kini dan Esok
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
sangat unggul dalam industri semen Indonesia. Selain karena telah mendapat
kepercayaan masyarakat (ketika masih memiliki nama semen Gresik), juga dapat
menghasilkan pabrik yang ramah lingkungan. Tak jarang PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk juga mendapat berbagai penghargaan di Indonesia maupun secara
dunia. Terbukti dari penghargaan yang didapat pada tahun 2013, yaitu masuk
daftar 2000 perusahaan berkinerja terbaik di dunia.
4.4
Upaya Meningkatkan Penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Asia
Meningkatkan penjualan semen di Asia
dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pariwisata. Alasannya karena pembangunan
pariwisata membutuhkan banyak kontruksi yang menggunakan semen. PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk dapat bekerja sama dengan para investor atau bidang
pariwisata untuk menlakukan pembangunan.
4.4.1 Mengoptimalkan Lahan Pariwisata di Indonesia
Untuk daerah yang kebutuhan
pembangunannya sedikit, dapat dilakukan upaya pemanfaatan lahan pariwisata.
Misalnya wilayah Papua yang memiliki jumlah permintaan semen yang sedikit. Di
Papua masih banyak daerah Pariwisata yang belum dikembangkan. Jadi PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk dapat melakukan kerja sama dengan investor untuk
mengembangkan.
4.4.2 Mengoptimalkan Lahan Pariwisata di Asia
Lahan
pariwisata di Asia masih banyak yang belum dikembangkan. Tentu setiap negara
memiliki lahan pariwisata sendiri. Namun yang terkenal hanya beberapa di negara
Asia saja. Dengan cara demikian, kemungkinan PT Semen Indonesia (Persero)
semakin menguasai pasar di Asia.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.1.1 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
dalam perspektif Indonesia dan Asia memiliki posisi dan geliat yang sangat
bagus. Terlihat dari beberapa penambahan pabrik dan juga sehingga menunjukkan
karir baik di masa yang akan datang.
5.1.2 Perkembangan PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk di Indonesia dan Asia sangat bagus. Terlihat dari penjualan yang
terus meningkat setiap tahun. Perkembangan di masa yang akan datang
diperkirakan terus terjadi melihat semakin banyaknya pembangunan dan permintaan
terhadap pasokan semen.
5.1.3 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
kini dan esok dapat menguasai pasar. Pilihan masyarakat terhadap produk PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan bahwa dapat menguasai pasar.
5.1.4 Upaya meningkatkan kebutuhan PT
Semen Indonesia di Asia (Persero) Tbk dapat dilakukan dengan cara
mengoptimalkan lahan pariwisata. Kerja sama dengan para investor akan menambah
penjualan semen di daerah yang masih sedikit kebutuhan semennya.
5.2
Saran
5.2.1Sebaiknya pabrik PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk diperbanyak lagi, terutama di luar Indonesia.
5.2.2 Sebaiknya PT Semen Indonesia lebih
mengenalkan lagi produknya di dunia internasional.
5.2.3 Sebaiknya PT Semen Indonesia
memanfaatkan lahan pariwisata di daerah yang belum berkembang untuk
meningkatkan penjualan produk.
DAFTAR PUSTAKA
Meliala,
Brav Shandy. 2010. Pemanfaatan Abu Sawit
Sebagai Campuran Semen Pada Pembuatan Mortar. Medan: USU.
Mulyono, Tri. 2005. Teknologi Beton. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Ningsih, Apri Porwanti. 2002. Kajian Wujud Masyarakat Terhadap Kebutuhan
Wisatawan di Kawasan Wisata Agro Bangunkerto, Sleman, Yogyakarta. Semarang:
Universitas Diponegoro.
http://id.wikipedia.org/wiki/Semen
(Diakses: 12 Januari 2013)
http://nuansagybsum.blogspot.com/2012/05/sekilas-tentang-gypsum.html
(Diakses: 12 Januari 2013)
http://www.asi.or.id/berita-120-kondisiperantriwulan-1tahun2013.html
(Diakses: 12 Januari 2013)
indonesia-berkontribusi-di-pembangunan-tol-bali-2366
(Diakses: 13 Januari 2013)
http://www.kemenperin.go.id/artikel/6275/Konsumsi-Semen-18-Juta-Ton
(Diakses: 13 Januari 2013)
http://muslimdaily.net/berita/ekonomi/semen-indonesia-masuk-2000
perusahaan-berkinerja-terbaik-di-dunia.html#.Ut6LJnJc-So (Diakses: 13 Januari
2013)
http://www.semenindonesia.com/page/read/penghargaan-proper-emas--52
(Diakses: 13 Januari 2013)
Komentar
Posting Komentar