Tujuh Sikap Berakhlak Pada Guru
Tujuh Sikap Berakhlak Pada Guru
Oleh: Geti Oktaria Pulungan
Guru merupakan pekerjaan yang paling mulia di muka bumi ini. Siapa yang
tidak ingin menjalaninya? Tidak semua dapat menjalankan amanah tersebut
dengan baik. Berikut ini beberapa tips untuk menjadi seorang guru yang
berakhlak.1. Menganggap siswa sebagai sahabat
Sahabat yang baik selalu mengerti keadaan sahabatnya. Mencoba menjadi sahabat siswa merupakan salah satu cara yang dapat membuat siswa nyaman dalam menerima ilmu. Jangan bersikap menekan siswa dalam belajar. Namun sikap serius tapi santai dapat membuat siswa merasa asyik. Seakan lupa sedang berada dalam kegiatan belajar mengajar yang kerap terasa membosankan. Membuat siswa merasa tidak jenuh adalah tugas guru yang paling utama. Untuk itu, anggaplah siswa sebagai sahabat, namun tetap disegani sebagai seorang guru. Jika guru mendapatkan ‘hati’ siswa, maka siswa akan mengikuti perintah guru dengan senang. Nah, di saat seperti inilah guru menyalurkan ilmunya dan siswa pun menerimanya dengan senang hati.
2. Berniat sepenuh hati menjadi seorang guru
Seringkali seseorang tidak mencintai pekerjaannya. Alhasil ia menjalankannya setengah hati. Kita dapat membedakan hasil pekerjaan yang setengah hati dengan yang sepenuh hati. Hasil yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan lebih memuaskan dibandingkan yang setengah hati. Jadi mulai sekarang, cintailah pekerjaan menjadi seorang guru agar siswa tidak mendapatkan manfaatnya setengah-setengah. Pekerjaan yang dijalani dengan ikhlas akan memberikan berbagai kemudahan dalam menyalurkan ilmu kepada siswa.
3. Kreatif dalam mengajar
Model pembelajaran yang selalu sama akan membuat siswa merasa jenuh. Guru perlu melakukan penyegaran otak untuk menghilangkan kejenuhan tersebut. Jika siswa merasa bosan berada di dalam kelas, kita dapat mengajak siswa keluar kelas untuk menikmati kesejukan alam sekitar. Hal ini dapat membuat pikiran siswa merasa segar. Jika pelajaran tersebut membutuhkan kegiatan praktek, sebaiknya guru tidak mengabaikan. Inovasi antara teori dan praktek juga dapat mengatasi kejenuhan siswa. Jadi guru harus kreatif dan mencari cara untuk melakukan berbagai penyegaran. Suasana kelas juga dapat mempengaruhi semangat siswa dalam belajar. Seorang guru dapat menciptakan suatu perubahan kelas yang nyaman. Misalnya dengan memajang hasil karya siswa dan mengandung unsur ceria. Asalkan tidak terlalu ramai dipandang mata.
4. Selalu memberi motivasi kepada siswa
Siswa tidak hanya butuh ilmu, melainkan nasihat-nasihat yang super dari seorang guru. Adakalanya siswa memiliki masalah di rumah sehingga tidak semangat dalam belajar. Tugas guru adalah menanyakan apa masalah siswa tersebut, bukan langsung menghakiminya karena malas belajar. Setelah itu guru memberikan solusi dan motivasi kepada siswa tersebut agar kembali semangat belajar. Selain itu guru juga dapat memberikan motivasi kepada siswa secara menyeluruh di depan kelas. Ketika siswa mulai tidak fokus belajar, guru dapat memberikan nasihat yang membangun kepribadian siswa menjadi lebih baik.
5. Giat mencari ilmu
Guru yang baik adalah guru yang terus memperbaharui ilmunya. Mengikuti perkembangan zaman sudah menjadi kewajiban seorang guru. Misalnya mengikuti perkembangan dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Ilmu dapat dapat dicari dengan mudah melalui internet. Guru akan kalah dengan siswa jika tidak mau mengikuti perkembangan yang ada. Ilmu yang dimiliki guru hanya ‘itu-itu’ saja sedangkan siswa sudah mengetahui ilmu terbaru melalui internet. Jadi guru harus bersikap dinamis dan tidak pasif dalam menghadapi perubahan.
6. Memberikan contoh yang baik
Guru adalah seorang bintang di dalam kelas. Setiap geraknya akan diamati dengan cermat oleh siswa. Setiap perilaku guru dapat menjadi panutan atau cibiran bagi siswa. Jika guru memiliki sikap santun, siswa akan mengaguminya. Tak sedikit yang nantinya akan meniru sikap tersebut. Namun jika guru memiliki cara bicara yang kasar, siswa tidak akan menyukainya. Guru tersebut akan menjadi objek pembicaraan siswa dalam hal negatif. Begitu juga dengan penampilan guru. Hendaknya seorang guru tampil bersahaja. Bukan malah berlomba dalam penampilan siapa yang mengenakan pakaian paling mahal atau model terbaru. Hal tersebut tentu tidak sesuai dengan pernyataan ‘Seorang guru yang seharusnya digugu dan ditiru’.
7. Guru tanpa pamrih
Seorang guru kerap kali mengharap sesuatu dari siswanya. Bahkan tak jarang ia meminta sesuatu. Kasus bahwa guru memberi nilai bagus kepada siswa yang tidak pantas juga kerap terdengar. Asal ada uang, ada nilai bagus. Perilaku ini jelas sangat tidak baik. Selain menjadi seorang guru yang tidak jujur, hal tersebut juga dapat membuat generasi muda menjadi malas dan bodoh. Semoga perilaku tidak adil ini dijauhkan dari kita semua. Amin..
Manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Alangkah bahagianya seorang guru jika memiliki pahala yang terus mengalir karena bermanfaat bagi siswa-siswanya. Tulisan ini bukan hanya untuk dibaca, melainkan untuk diterapkan dalam kehidupan nyata. Semoga beberapa tips tersebut dapat membantu seluruh guru ataupun calon guru dalam memenuhi sifat guru yang berilmu dan berakhlak. Amin..
Tulisan ini diikusertakan pada lomba menulis artikel di http://sekolah-akhlak.com dan http://guru-berakhlak.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar